Upacara pemakaman di Jepang yang unik

0
26

Seperti pada budaya lainnya, upacara pemakaman adalah hal terpenting dalam budaya Jepang.

Biasanya, upacara pemakaman di Jepang dilangsungkan dengan tata cara Buddha, serta umumnya jenazah tidak dikubur, tetapi dikremasi.

Berikut deskripsi tentang upacara pemakaman di Jepang, serta apa yang perlu kita kenali bila kita menghadiri upacara pemakaman di Jepang.

Bagaimana upacara pemakaman yang dilaksanakan orang jepang?

Upacara pemakaman di Jepang dibagi jadi dua, yakni otsuya, serta ososhiki.

Otsuya

Otsuya ialah upacara dimana keluarga, kerabat serta rekan-rekan almarhum bergabung untuk memberi penghormatan terakhir serta memberikan dupa.

Biksu Buddha akan membacakan kitab sutra serta memberikan dupa di depan jenazah almarhum.

Ososhiki

Ososhiki ialah upacara pemakaman yang terdiri menjadi beberapa upacara. Serangkaian upacara ini diawali sehari sesudah Otsuya dengan upacara Sougi, dimana isi upacara ini serupa dengan Otsuya.

Kemudian, upacara diteruskan dengan Kokubetsushiki, dimana kenalan pihak yang ditunggalkan memberi penghormatan paling akhir pada almarhum. Upacara paling akhir ialah upacara kremasi. Upacara ini cuma dikerjakan oleh keluarga almarhum.

Apakah yang perlu dipakai waktu hadir ke upacara pemakaman?

Untuk pria kenakan jas hitam dengan baju putih, dasi hitam serta tanpa pin. Sepatu, sabuk serta kaus kaki yang dipakai juga mesti hitam.

Untuk wanita kenakan dress atau kimono resmi warna hitam. Tas, sepatu, dan lain-lain juga berwarna hitam.

Hindarilah barang yang mengkilap, kulit, ataupun bulu, walau tas serta sepatu kulit bisa digunakan.

Janganlah pakai aksesori kecuali cincin kawin serta seuntai kalung mutiara (bila ada).

Pada upacara otsuya, baju yang dipakai bisa berwarna biru gelap atau abu-abu.
Kebiasaan-kebiasaan di acara pemakaman

Persembahan dupa

Selanjutnya tata cara lakukan persembahan dupa pada almarhum.

Maju ke depan altar dan membungkuklah pada kerabat almarhum.

Maju ke hadapan altar serta membungkuklah dalam-dalam.

Majulah beberapa langkah ke depan untuk mempesembahkan dupa.

Sesudah usai, pertemukan ke-2 tangan anda ke tempat berdoa, menundukkan kepala kalian sedikit.

Mundurlah satu langkah ke belakang serta membungkuk dalam-dalam sebelum kembali pada tempat duduk kalian.

Okoden/ Uang duka

Okoden ialah uang duka yang dikasihkan pelayat pada keluarga almarhum. Okoden dikasihkan dengan maksud menolong mengurangi beban ongkos yang dijamin keluarga almarhum.

Janganlah pakai uang baru untuk uang duka.

Jumlahnya uang yang perlu dikasihkan beragam bergantung kedekatan dengan almarhum. 5000-10.000 yen ialah jumlahnya yang umum untuk rekan/kolega.

Hindarilah angka 4 serta 9 pada pemakaman, karena 4 dalam bhs Jepang dibaca “shi”yang bunyinya sama juga dengan mati, serta 9 bisa dibaca “ku”, yang dapat mengacu ke “kurushii” atau menanggung derita.

Pakailah amplop dengan pita hitam serta putih spesial untuk Okoden.

Keterangan singkat diatas tentu saja belumlah mengupas tuntas semua tata langkah menghadiri upacara pemakaman yang biasa dikerjakan di Jepang.

Janganlah malu untuk menanyakan pada keluarga mendiang atau rekan yang memahami tentang hal seperti ini, bila satu waktu kalian mesti menghadiri upacara pemakaman.

Untuk lebih lengkapnya tata cara pemakaman di Jepang klik Di Sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here